Senin, 25 Mei 2009

THE CALL : ANAK MUDA BERDOA BAGI BANGSA

The Call Indonesia: Seruan Doa Bagi Bangsa


Repentance Walk yang diikuti 30.000 orang dalam acara The Call Indonesia (18/8) di Gelora Bung Karno, Jakarta. (Foto: Kristiani Pos)

Peserta The Call berdoa bersama. (Foto: Kristiani Pos)

Perwakilan 7 aras yang mendoakan 7 pokok doa. (Foto: Kristiani Pos)

Tahun 2008 diperingati sebagai 100 tahun A Nation Awakening, Kebangkitan Nasional, di mana pada tahun 1908 anak-anak muda dari bebagai latar belakang punya mimpi untuk suatu bangsa yang merdeka dan maju. Indonesia yang pada waktu itu belum menjadi satu negara yang berdaulat, mulai dimimpikan oleh para generasi muda menjadi satu negara yang makmur, merdeka dan bangkit.

Pada tanggal 18 Agustus 2008, tepat pukul 12.00 WIB, maka kita akan mendidikasikan lima menit untuk berdoa serentak di seluruh indonesia. Diharapkan lebih dari satu juta anak muda akan mengambil 5 menit ini untuk berkumpul baik di stadion, gereja, kampus atau rumah-rumah untuk mendeklarasikan satu doa yang sama untuk indonesia. Suatu perubahan akan terjadi atas atmosfir Indonesia waktu jutaan doa dinaikkan ke udara pada waktu yang bersamaan.

Jerome Ocampo, seorang hamba Tuhan yang melahirkan kegerakan di Filipina dengan Jesus Revoultion, menubuatkan bahwa gelombang gairah unuk menjadi anak-anak muda yang memikul nasib bangsanya akan lahi di indonesia. Dia mengatakan kalau di Manila, 150,000 anak muda berdoa dan berpuasa selam 24 jam maka dia sangat yakin di Indonesia akan jauh lebih dahsyat.

Tema yang diusung dalam acara The Call kali ini adalah “Can A Nation Be Change in One Day?. Melalui doa dan puasa kita Indonesia dapat dipulihkan dan disembuhkan. Dipulihkan dari kemiskinan, kemerosotan, bencana, penyakit dan segala macam kejahatan,ujar panitia.

Pdt. Daniel Pandji selaku Fasilitator Umum Jaringan Doa Nasional mengatakan bahwa acara The Call Indonesia bukanlah sekedar acara dari sekelompok umat Tuhan tetapi sesungguhnya ini adalah waktunya Tuhan menyerukan kepada umat-Nya untuk mengadakan hari pertobatan secara nasional (the day of repentance). Inilah waktunya Tuhan memanggil setiap kita untuk bersyafaat sebagai panggilan termulia. Transformasi harus dimulai dari diri kita terlebih dahulu. Dan hari-hari ini kita dapat melihat bagaimana Allah melawat banyak anak-anak muda dan kegerakan anak-anak muda pun mulai bangkit, ujarnya.

Selama 12 jam ribuan anak-anak muda dari berbagai denominasi, suku, bahasa dan daerah untuk satu tujuan, membuka pintu surga atas Indonesia. Menarik hati Tuhan kembali untuk tanah air tercinta. Jam 9 pagi hingga 9 malam, 10 worship team yang diurapi, ribuan anak-anak muda, yang memenuhi Gelora Bung Karno Senin (18/8) lalu.

Pada tahun 2008 ini, The Call Indonesia akan melahirkan kembali anak-anak muda yang berani bermimpi, bermimpi untuk satu bangsa yang diberkati, satu bangsa yang dikagumi di seluruh dunia, satu bangsa yang bangkit kembali dari kemunduran, korupsi, perpecahan, kekacauan, kejahatan dan kemerosotan moral. Ya semua kita merindukan Indonesia yang memang ada di hatiNya Tuhan.

Pukul 12.00 WIB, diadakan doa online secara serentak bersama-sama selama 5 menit untuk berdoa dengan mengikutsertakan 6 kota di Indonesia. Diharapkan lebih dari satu juta anak muda akan mengambil 5 menit ini untuk berkumpul baik di stadion, gereja, kampus atau rumah-rumah untuk mendeklarasikan satu doa yang sama untuk indonesia. Suatu perubahan akan terjadi atas atmosfir Indonesia waktu jutaan doa dinaikkan ke udara pada waktu yang bersamaan.

Rangkaian acara The Call diawali dengan Repentance Walk (Jalan Pertobatan) dengan mengambil start dari Gedung Menpora dengan dilepas oleh wakil menpora pada pukul 07.00 WIB dimana ribuan kaum muda yang ikut serta dalam Repentance Walk berjalan dengan hening sambil berdoa dengan mulut dipleseter dimana mereka berdoa untuk pertobatan generasi ini. Pertobatan atas dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh generasi muda di jaman ini. Rute yang ditempuh dengan mengmbil starti dari kantor Menpora menuju Stadion Gelora Bung Karno.

Antusiasme 30.000 orang kaum muda yang memadati Stadion Glora Bung karno begitu terlihat dimana mereka berdoa bersama serta menyanyikan pujian penyembahan bahkan mereka rela berada di terik matahari dan mengikuti acara doa selama 12 jam yang berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Pokok doa yang didoakan pada acara tersebut mencakup lima point yang secara dinilai menjadi permasalahan umum yang terjadi secara umum di Indonesia. Lima pokok doa tersebut meliputi; Doa pertobatan, doa rekonsiliasi, doa untuk kaum anak muda, doa bagi bangsa, doa pengutusan.

Pada segmen doa bagi bangsa secara khusus didoakan oleh perwakilan dari 7 aras gereja yang mana masing-masing perwakilan mendoakan pokok doa yang berbeda yang meliputi: doa kesatuan, doa moral, doa kemiskinan, doa bencana alam, doa lingkungan, doa penyakit, doa pendidikan. Dilanjutkan dengan sharing dan doa bahwa dalam kesatuan Indonesia akan mengalami pemulihan yang didoakan oleh Mayjen Darpito.

Di penghujung dari acara tersebut juga diadakan acara saling mendoakan antara para hamba Tuhan dan jemaat yang mana masing-masing saling mendoakan dan mengampuni sebagai simbol rekonsiliasi antara bapa dan anak sebagaimana yang dikutip dalam firman yang mengatakan supaya hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak berbalik kembali kepada bapanya.

Gerakan The Call lahir di Amerika Serikat pada tahun 1997, di mana Tuhan pada waktu itu merindukan kebangkitan suatu generasi. Generasi yang tidak peduli untuk menjadi bintang atau celebrity, suatu generasi yang berdoa dan berpuasa untuk bangsanya. Pada Agustus 2000 di Washington DC, The Call DC dipenuhi dengan 400,000 anak muda yang datang dari segala penjuru Amerika dengan satu tujuan bedoa dan berpuasa untuk Amerika. Gerakan doa dan puasa itu berhasil, ya berhasil untuk mendatangkan goncangan atas Amerika Serikat. Doa anak-anak muda ini menggairahkan kembali gerakan doa yang sempat padam untuk waktu yang lama.

Pada tahun 2007, tepatnya 7 Juli 2007, The Call Nashville menjadi tanda dihidupkannya kembali gerakan The Call yang sempat berhenti selama 4 tahun. Hadir di Nashville sekitar 90,000 anak muda untuk berpuasa dan berdoa, menceraikan generasi ini dari roh baal. Pada pertemuan para pemimpin kegerakan anak-anak muda di situ, Tuhan menggerakkan Lou Engle, sebagai pelopor gerakan The Call, untuk mengadakan doa dan puasa di Indonesia. Hal ini diamini oleh para pemimpin yang hadir dalam The Call Nashville. Lou mendapatkan tanggal 18 Agustus 2008 sebagai hari yang merubah Indonesia, di mana satu juta anak muda akan berdoa dan berpuasa secara serentak di seluruh Indonesia The Call Indonesia adalah satu kegerakan berdoa dan berpuasa bagi bangsa.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar